Vialli Pandemi Corona Meninggalkan Bekas Cukup Besar


Vialli Pandemi Corona Meninggalkan Bekas Cukup Besar

Vialli Pandemi Corona Meninggalkan Bekas Cukup Besar

Mantan penyerang Sampdoria, Juventus, dan Chelsea Gianluca Vialli. Dimana saat ini ia tengah berjuang melawan penyakit kanker, yang telah ia alami hampir dua tahun belakang ini. Alhasil di tengah pandemic virus corona yang cukup meresahkan ini, Vialli juga beresiko tinggi bisa terpapar oleh wabah internasional tersebut.

Beberapa hari lalu surat kabar La Repubblica, ia memberikan penjelasaan mengenai kondisinya saat ini. Dimana pada bulan desember tahun lalu, ia telah menyelesaikan 17 bulan untuk perawatan kemoterapi kankernya saat ini. Bahkan di usia 55 tahun ini, Vialli harus melakukan kemoterapi tersebut dalam kurun waktu 8 sampai 9 bulan. Dalam satu siklus kemoterapi yang harus di selesaikan, tentu hal tersebut cukup mengerankan bagi beberapa orang.

Selain itu Gianluca Vialli merasa sangat senang, perihal tes yang dijalaninan tidak menunjukan tanda-tanda akan pandemic corona tersebut. Bahkan Vialli merasa cukup beruntung di bandingkan dengan beberapa orang, mengingat angka kematian di Italia tertinggi pada usia menua saat ini.

Selain itu dalam pernyataannya bersama salah satu surat kabar di Italia tersebut, Gianluca Vialli merasa sangat menyediakan bagi orang-orang yang terpapar akan COVID-19 tersebut. Dimana pasien harus sendirian berada dalam ruangan, pihak keluarga tidak di izinkan untuk mendekat.

Bahkan ia juga menilai apabila pandemic coronavirus ini bisa meninggalkan bekas luka yang mendalam bagi seluruh umat manusia saat ini.

Emosi, moral dan ekonomi terluka akan pandemic coronavirus saat ini

Gianluca Vialli sangat memberikan dukungan penuh bagi barisan terdepan yaitu para medis. Dimana mereka harus berjuang untuk merawat dan menyembuhkan ribuan orang yang terpapar. Dengan munculnya wabah satu ini, setidaknya bisa memberikan pelajaran bagi seluruh orang untuk tetap menjaga kebersihan.

Mantan penyerang Juventus tahu 1992 ini juga memaparkan, apabila pandemic coronavirus ini tak hanya melukai ekonomi seluruh negara di dunia. Melainkan emosional dan moral seseorang juga bisa terdampak akan wabah yang telah menyebar keseluruh dunia tersebut. Sehingga bisa meninggalkan bekas yang cukup mendalam bagi seluruh kalangan manusia saat ini.

Previous Keputusan Lautaro Martinez Inilah Yang Membuat City Syok

Next Mengenang 50 Tahun Scudetto Serie A Pertama Cagliari

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *