Trent Alexander-Arnold, Ikonik di Liverpool dengan Nomor 66


Trent Alexander-Arnold, Ikonik di Liverpool dengan Nomor 66

Trent Alexander-Arnold, Ikonik di Liverpool dengan Nomor 66

Trent Alexander-Arnold tengah lakoni langkah baru dan ‘ikonik’ sebagai pemain nomor 66 di Liverpool.

Awali karirnya di Anfield sebagai pemain akademi hingga terbang tinggi sebagai pemain kunci skuad utama asuhan Jurgen Klopp, sikap dan permainan Alexander-Arnold tak pernah goyah.

Ia gabung dengan akademi terkenal Liverpool saat masih berusia enam tahun, di mana dia dengan cepat naik pangkat dan memulai debutnya di skuad utama saat masih berusia 18 tahun.

Sosok Trent Alexander-Arnold sempat dibukukan

Saat masih merumput di akademi, legenda Liverpool yang kini mengasuh Ranger, Steven Gerrard, pernah menulis dalam otobiografinya tentang munculnya satu lagi pemain lokal yang sangat berbakat.

‘Trent Alexander-Arnold punya peluang luar biasa untuk menjadi pemain profesional papan atas. Ia tampaknya memiliki semua atribut yang Anda butuhkan, serta punya sikap yang baik,’ tulis Gerrard.

Bagi Kloop faktor terpenting yaitu karakter pemain

Sementara kemampuan bek kanan kelahiran 7 Oktober 1998 itu tak perlu dipertanyakan lagi. Pelatih Jurgen Klopp juga menghargai dan terus membangun timnya. Dia mencari pemain yang berbasis di sekitar klub, yang bisa ‘mendorong kereta, dan bukannya pemain yang tinggal melompat ke atas kereta yang tengah berlari kencang’ karena ‘karakter selalu menjadi faktor yang sangat penting’.

Lalu, Lee Radcliffe, koordinator kit di Liverpool, penuh dengan kata-kata penuh semangat untuk pemain bola sopan yang dulu, dan tetap seperti itu sekarang, saat dia bicara dengan LiverpoolFC.com.

‘Dia benar-benar menakjubkan. Trent baru saja datang (ke Melwood), dan dia sangat sopan, sikap itu menakjubkan bagi seorang anak muda,’ ujar Radcliffe.

‘Dia anak yang pendiam  dan saya pikir dia masih seperti itu sekarang, walau dia sudah bergaul dengan dengan skuad utama seperti Hendo (Jordan Henderson), dan lain-lainnya. Ketika dia berada di tim itu dia cukup hidup, itu bagus,’ tambahnya.

‘Jika bertanding dan dia inginkan kaos lengan panjang, dia akan datang di ruang kit di Anfield dan akan katakan, ‘Oh Lee, bisakah saya mendapat kaos lengan panjang?’ Semuanya tampak menyenangkan saat mendengar dia bertanya,’ ujarnya.

Sebagai panutan

Dari secara konsisten, Trent Alexander-Arnold seakan menempatkan dirinya untuk menjadi panutan ideal bagi setiap pemain muda yang ingin mengikuti jejaknya.

Trent akan bersikap seperti menjadi Gerrard yang tumbuh dewasa dan sekarang banyak yang mengenakan kaos bernomor punggung 66 miliknya, serta lakukan hal sama. Nomor kaos itu sekarang seakan menjadi ‘ikonik’.

Untuk setiap pemain muda yang naik pangkat di sebuah klub sepak bola, pemain itu sering kali diberi nomor punggung yang mendekati 50 atau 100, dibandingkan nomor satu.

Dengan tidak berpikir untuk berganti nomor, Trent telah melawan tren dan dengan itu menempa langkahnya sendiri dalam jersey yang sebelumnya tidak dikenakan seorang pemain senior Liverpool.

Sejak memulai debut seniornya di laga melawan Tottenham pada 2016, Trent Alexander-Arnold telah bermain dalam 124 pertandingan sebagai bek kanan bernomor punggung 66. Ia ikut memenangkan trofi Liga Champions, Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub  di mana karirnya pun masih akan terus berkembang.

Previous Son Heung-Min Sudah Masuk Kamp Pelatihan Wajib Militer

Next Gaji Mesut Ozil 6,7 Milyar, Tapi Tak Mau Potong Gaji 12,5%

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *