Tak Diterima PSG&Inter: Bagaimana Nasib Pemain Malang Ini?


Tak Diterima PSG&Inter: Bagaimana Nasib Pemain Malang Ini?

Tak Diterima PSG&Inter: Bagaimana Nasib Pemain Malang Ini?

Pemain Argentina ini terabaikan di Paris dan di Milan, membuat masa depannya tak menentu jelang pembukaan bursa transfer.

Sosok yang berprestasi

Memiliki talenta luar biasa dan kualitas ketajaman yang telah terbukti di dua liga terbaik Eropa, Mauro Icardi harusnya menjadi salah satu pemain terpanas di bursa transfer berikutnya. Namun, ia malah berada di posisi yang mengejutkan: diping-pong oleh Inter Milan dan Paris Saint-Germain, dengan kedua tim enggan mengamankan jasanya.

Setelah mimpi buruk pada 2018/19 di Milan, yang membuatnya dicopot dari jabatan kapten Inter dan diasingkan di bangku cadangan, Icardi pasti berpikir keberuntungannya telah kembali ketika dipinjam raksasa Prancis musim panas lalu.

Pemain asal Argentina tersebut membuat langkah yang tepat pada awalnya. Mengambil kesempatan dengan banyaknya pilar lini depan PSG yang cedera, ia memperkenalkan diri di Parc des Princes dengan tujuh gol dari enam pertandingan perdananya untuk menjadi favorit fans secara instan.

Bahkan dengan virus corona yang meredam laju Ligue 1 Prancis, angka statistiknya lebih dari terhormat. Icardi mencetak 12 gol hanya dalam 14 kali tampil sebagai starter di kasta tertinggi sepakbola Prancis musim ini, lebih dari Edinson Cavani dan setara dengan superstar Neymar. Tetapi saat ia harus berpikir mengenai konsolidasi posisi bersama Ney dan Kylian Mbappe, ia malah semakin dekat dengan pintu keluar.

Ucapan sang istri menjadi bumerang

Mengulang aksi yang membuatnya tak dipanggil timnas Argentina dan dibekukan di Giuseppe Meazza, sikapnya di luar lapangan yang terus mengecewakan. Keputusan untuk meninggalkan Paris saat pandemi virus corona menuju rumah mewahnya bersama Wanda Nara di dekat danau Como – salah satu area yang paling parah terkena virus COVID-19 di Eropa – membuat PSG heran, sementara Wanda memang sudah bukan rahasia lagi, sebenarnya tidak ingin tinggal di Paris.

‘PSG adalah opsi terburuk untuk saya,’ ujar istri sekaligus agen Icardi kepada Telefe bahkan sebelum tinta di kontrak Icardi mengering.

‘Kami akan memiliki satu markas di Italia dan satu di Paris, dengan dua rumah dan dua sekolah. Ini berantakan.

Beberapa kabar menyebutkan manajemen PSG menerima panggilan dari Wanda, di mana mereka diberitahu secara tegas bahwa keluarga Icardi berharap bisa pulang secepat mungkin. Jauh dari niat memperpanjang masa bakti pemain Argentina itu, PSG bahkan disebut mempertimbangkan untuk mempersingkat durasi pinjamannya, yang akan membuatnya terkatung-katung tanpa menit bermain ketika sepakbola kembali berjalan.

Buruknya hubungan dengan pelatih Thomas Tuchel juga mendorong Icardi menuju pintu keluar, dengan keduanya tampak berdebat setelah sang striker dicadangkan dan tidak mendapat menit bermain dalam dua pertandingan PSG di Liga Champions melawan Borussia Dortmund. Emosi setelah itu mulai tenang, dengan Tuchel terkesan dengan bagaimana Icardi merespons di sesi latihan, tetapi sang pemain menilai dirinya layak tampil di pertandingan terbesar klub.

Mencari peluang

Jika Tuchel tetap berada di posisinya, Icardi akan sulit menemukan tempatnya. Tidak ada yang pasti terlebih dalam situasi ketidakpastian global, bagaimanapun juga, langkah berikutnya Icardi akan sangat bergantung pada apa yang terjadi pada Tuchel dan Cavani, dengan PSG terus berkomunikasi dengan Wanda dan Inter terkait penggunaan opsi mereka.

Jika sosok Jerman dan Uruguay tersebut hengkang, Icardi bisa mendapatkan kesempatan bermain secara reguler, dengan bursa transfer yang dipenuhi ketidakpastian akibat pandemi.

Sementara itu, Inter menunjukkan tidak kehilangan sosok mantan kapten mereka, dengan Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez menampilkan duet maut di lini depan. Pelatih Antonio Conte juga tidak akan terburu-buru melihatnya kembali, setelah tidak memanggilnya di sesi latihan sejak hari pertama menangani klub dan mengatakan kepada jurnalis: “Icardi bukan bagian dari proyek kami. Klub telah sangat jelas dalam hal itu.”, dan loyalis Inter juga akan menolak untuk menerimanya kembali.

Harus bersain dengan bintang lainnya

Langkah berikutnya, jauh dari pasti. Transfer ke Juventus sempat mengemuka musim panas lalu, tetapi dengan pemain seperti Cristiano Ronaldo, Gonzalo Higuain dan Paulo Dybala di barisan penyerang, sulit untuk melihat Icardi bisa mendapatkan menit bermain reguler dan status bintang yang dia inginkan.

Salah satu alternatif sensasional adalah menyeberang ke AC Milan, yang jelas akan mendapat keuntungan besar dengan kedatangannya, terlebih lagi Zlatan Ibrahimovic dikabarkan bakal gantung sepatu saat musim 2019/20 berakhir.

Pada usia 27 tahun, Icardi saat ini berada di persimpangan jalan. Diprediksi menjadi bintang saat usia muda, menghangatkan bangku cadangan PSG dan hanya mendapat delapan caps timnas Argentina jelas menjadi hal yang tidak layak bagi pemain dengan kualitasnya. Bagaimanapun juga, ia harus mulai memperlihatkan kematangan di luar lapangan seperti talentanya di lapangan hijau agar kariernya – yang seharusnya berada dalam puncak-puncaknya – tidak terbuang sia-sia.

Previous Soal Profesialisme, Neymar Belum Seperti Messi dan Ronaldo

Next Tampil di Bawah Performa,3 Pemain MU Ini Kena Semprot Keane

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *