Tak Ada Prosesi Salaman, Gantinya Para Pemain Berlutut


Tak Ada Prosesi Salaman, Gantinya Para Pemain Berlutut

Tak Ada Prosesi Salaman, Gantinya Para Pemain Berlutut

Salaman merupakan prosesi wajib dalam  dunia olahraga, khususnya sepakbola. Prosesi ini dilakukan baik sebelum atau sesudah pertandingan. Meraka yang tidak mau berjabatan tangan bisa dianggap rasis. Kini, cara seperti itu untuk sementara ditiadakan, untuk mencegah virus corona.

Salaman antarpemain tak bisa dilakukan di tengah pandemi virus Corona. Ada usul agar para pemain Liga Inggris menggantinya dengan aksi berlutut.

Usulan tersebut dilontarkan oleh Sanjay Bhandari yang merupakan petinggi organisasi antirasisme dalam sepakbola, Kick It Out. Menurutnya, berlutut akan jadi cara tepat memperlihatkan solidaritas dalam gerakan Black Lives Matter.

Gerakan berlutut sebaga penghormatan tewasnya George Floyd

Gerakan itu sendiri besar menyusul tewasnya George Floyd, warga kulit hitam di Minneapolis, Amerika Serikat, di tangan polisi setempat. Hal itu turut menyulut aksi demonstrasi di penjuru dunia.

‘Saya pikir saat ini perlu ada sesuatu yang dirancang, saya akan senang melihat setiap klub melakukan sesuatu bersama-sama, tapi tentu saja itu semua tergantung pada para pemain,’ kata Bhandari kepada PA yang dikutip London Evening Standard.

‘Akan jadi sinyal fantastis jika setiap klub berlutut sebelum pertandingan. Anda kini tak boleh bersalaman sebelum kick-off, jadi mungkin bisa digantikan dengan ritual pra-pertandingan yang baru.’

‘Kami sedang membahas bagaimana aspirasinya. Saya pikir akan jadi tindakan solidaritas yang solid jika semua berlutut, tapi akan jadi simbol lebih kuat jika itu dilakukan para pemain,’ tuturnya.

Tak ada salaman salah satu rencana pemerintah cegah virus corona

Prosesi jabat tangan yang biasa dilakukan dua kesebelasan dan ofisial sebelum pertandingan memang dihentikan untuk sementara waktu hingga waktu yang belum ditentukan.

Kebijakan itu diambil setelah Pemerintah Inggris mengimbau kepada Premier League untuk meningkatkan rencana strategis guna mencegah virus Korona. Lewat aturan baru itu, kedua kesebelasan tetap akan berbaris sebelum pertandingan, tetapi tim tuan rumah hanya akan melewati lawannya tanpa berjabat tangan.

‘Jabat tangan antar pemain dan ofisial dengan maksud fair play di Liga Inggris untuk sementara tidak dilakukan sejak pekan ini hingga pemberitahuan berikutnya sesuai dengan saran medis. Virus Korona menyebar lewat tetes cairan yang keluar dari mulut dan hidung serta bisa berpindah lewat tangan,’ bunyi pernyataan resmi Liga Inggris, dikutip dari BBC, Sabtu (7/3/2020).

Liverpool juga mengimbau agar staf klub tidak bepergian ke luar negeri, terutama ke negara-negara yang punya risiko tinggi penyebaran virus Korona. Selain itu, klub menyediakan cairan pembersih tangan di semua kamar kecil di Stadion Anfield serta informasi mengenai gaya hidup higienis.

Previous Liverpool Gencar Cari Pemain Muda Dari Turki

Next Situasi Lagi Begini, Klopp Enggan Ngotot Beli Timo Werner

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *