Siaran Ilegal, Pangeran Arab Terancam Gagal Beli Newcastle


Siaran Ilegal, Pangeran Arab Terancam Gagal Beli Newcastle

Siaran Ilegal, Pangeran Arab Terancam Gagal Beli Newcastle

Dalam beberapa pekan terakhir, MBS santer diberitakan akan menjadi pemilik saham mayoritas Newcastle. MBS bakal membeli saham milik Mike Ashley.

Pembelian klub Newcastle United oleh Pangeran Arab Saudi, Mohammed bin Salman, terancam gagal. Ada dugaan pelanggaran hukum internasional yang dilakukan Saudi.

Dikabarkan media local bahwa sekelompok klub Liga Inggris telah meminta pengelola liga memblokir pembelian oleh MBS setelah munculnya dokumen hukum baru.

Temuan dokumen-dokumen baru yang diduga bermasalah

Permintaan pemblokiran pembelian Newcastle United oleh beberapa klub tersebut karena adanya temuan  dokumen-dokumen baru. Dokumen tersebut yang memberikan bukti hubungan antara negara Arab Saudi dan streaming ilegal olahraga di negara itu.

Pengacara sekarang mempertimbangkan dokumen tersebut. Akibatnya pengambilalihan yang diusulkan sekarang menghadapi penundaan lebih lanjut.

Situasi ini membuat gusar Ashley. Tentu saja Ashley harus mengambil opsi lain dengan mulai mempertimbangkan mencari calon pembeli lain karena khawatir investasi dari MBS bisa bermasalah.

Newcastle tengah dalam proses diakuisi oleh Pangeran Salman melalui Dana Investasi Publik (PIF) yang dimilikinya. Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi itu kabarnya membeli saham The Magpies seharga 300 juta paun (Rp 5,7 triliun).

Seperti yang sudah disebutkan diatas, proses akusisi tersebut akan banyak kendala. Melansir The Guardian, Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) menuding Negeri Petro Dolar itu terlibat dalam kasus pembajakan hak siar.

Pembajakan hak siar telah di tulis dalam sebuah laporan 130 halaman

Dalam temuan WTO, Arab Saudi diklaim berada di belakang saluran TV satelit bajakan bernama beoutQ. Saluran tersebut mengalirkan tayangan-tayangan olahraga secara ilegal.

WTO menuliskan temuannya tersebut dalam sebuah laporan dengan tebal 130 halaman. Laporan itu belum akan dirilis sampai pertengahan Juni, namun pihak Premier League dikabarkan telah menerimanya dan ‘membuat pengajuan hukum atas tindakan Arab Saudi’.

Sebelumnya FIFA, UEFA, Liga Premier, LaLiga, dan lainnya telah mencoba mengambil tindakan hukum terhadap beoutQ di Arab Saudi atas kasus streaming ilegal, tetapi sembilan perusahaan hukum lokal menolak untuk mengambil masalah hak cipta tersebut.

Selanjutnya kasus tersebut dibawa ke WTO. Badan tertinggi urusan perdagangan dunia itu lalu memutuskan pemerintah Saudi terlibat di balik beoutQ dan telah melanggar hukum internasional.

Laporan tersebut dapat membahayakan proses akuisisi Newcastle oleh Pangeran Salman. PIF bisa tersandung dalam tes uji kelayakan Premier League bila pemerintah Saudi terbukti melakukan kejahatan hukum di luar negeri, atau memberikan informasi yang menyesatkan.

Otoritas Liga Inggris menyatakan bahwa mereka dan pemilik hak siar yang sah pernah mencoba menempuh jalur hukum terkait pembajakan tersebut. Namun upaya mereka gagal karena sejumlah pengacara yang mereka kontak di Arab Saudi tak bersedia mewakili mereka.

Selain itu, mereka juga melihat adanya pembiaran oleh pemerintah Arab Saudi terkait pembajakan hak siar itu. Meskipun beoutQ disebut telah berhenti beroperasi, namun kenyataannya otoritas Liga Inggris masih menemukan banyak pembajakan di Arab Saudi.

Previous Newcastle United Mulai Dekati Philippe Coutinho

Next AC Milan Berikan Diskon Dalam Penjualan Franck Kessie

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *