Sarri Bikin Pemain Chelsea Bosan


Sarri Bikin Pemain Chelsea Bosan

Sarri Bikin Pemain Chelsea Bosan

Gianfranco Zola mengungkap kalau para pemain Chelsea merasa bosan selama dilatih Maurizio Sarri. Apa penyebabnya?

Sarri diangkat sebagai manajer Chelsea pada musim panas 2018. Kedatangan mantan pelatih Napoli yang dikenal dengan Sarriball-nya itu disambut antusias.

Gaya berlatih kaku, membuat bosan pemain

Sarri mengawali perjalanannya di Chelsea dengan positif sebelum kemudian dinilai terlalu kaku dalam penerapan taktik dan gaya main. Zola, yang kala itu jadi asisten Sarri, menyebut kalau para pemain lama-lama bosan dengan metode pelatih berkacamata itu.

‘Awalnya para pemain mengikuti yang kami katakan, mereka brilian. Mereka mengikuti semuanya, tapi kemudian setelah pengulangan selama berminggu-minggu dan jumlah pertandingan yang mereka mainkan, para pemain lelah dan juga bosan,’ ujar Zola kepada beIN Sports.

‘Tapi bosan adalah bagian dari pekerjaan kami. Kadang Anda harus bosan, tapi ketika Anda bosan, Anda tetap melakukan apa yang Anda lakukan dan jadi makin bagus.’

Bagaimanapun, Sarri mengakhiri perjalanannya di Chelsea dengan kesuksesan. Chelsea menjuarai Liga Europa dan finis ketiga di Premier League. Zola meyakini profesionalisme pemain jadi kunci.

‘Mereka pemain-pemain berbakat, seperti Hazard dan Willian, pemain yang tahu bagaimana caranya memenangi pertandingan sendiri, tapi mereka menderita karena latihan yang kami lakukan. Tapi itu perlu untuk yang lain,’ lanjut Zola.

‘Saya akan jujur, mereka brilian karena mereka bosan tapi tetap melakukannya dan itulah alasan mengapa ketika semua menurun, kami malah naik jelang akhir musim,’ katanya.

Fans Chelsea mulai tidak suka dengan Sarri Ball

Dilansir FFT, dari sembilan pelatih di era Abramovich, hanya Sarri dan Carlo Ancelotti yang menawarkan pola permainan dengan filosofi menyerang. Selain itu, Chelsea hanya mengandalkan pertahanan yang kuat dan serangan balik mematikan. Akibatnya, klub asal London itu terkenal dengan gaya permainan defensif yang membosankan atau disebut ‘Parkir Bus’.

Meski begitu, permainan defensif tak lantas membuat fans Chelsea bosan. Karena gelar demi delar tetap menyambangi Stamford Bridge.

Sehingga, saat Sarri datang ke Cobham dengan ‘Sarri Ball’ yang ia kenalkan saat menukangi Napoli, membuat fans The Blues harus kembali beradaptasi melihat tim kesayangannya memperagakan filosofi sepak bola menyerang.

Hasilnya? Chelsea yang tak terkalahkan di pekan-pekan awal Premier League 2018/19 harus menahan malu setelah takluk dari Man City dengan skor 0-6 dan kalah 0-4 dari Bournemouth saat pertengahan musim. Sarri pun memberi penjelasan bahwa pemain The Blues belum siap dengan pola permainan yang ia inginkan.

Hal ini nampaknya juga berlaku bagi fans Chelsea yang nampak belum siap dengan perubahan drastis tim kesayangannya. Hingga muncul sebuah candaan dari pecinta sepak bola di sosial media bahwa suporter The Blues lebih menyukai ‘Suffer Ball’ ala Antonio Conte daripada ‘Sarri Ball’.

Terlebih, ada alasan lain mengapa fans Chelsea nampak tidak suka kepada Sarri. Hal ini berangkat dari alasan yang tak berdasar yakni mantan pelatih Empoli tersebut dinilai pasif dan tidak interaktif kepada suporter di Stamford Bridge.

Previous Mourinho: Premier League Mungkin Tidak Akan Langsung Panas

Next Inter Milan Putus Asa Memperjuangkan Timo Werner

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *