Romelu Lukaku Berikan Fakta Mengejutkan Di Inter Milan


Romelu Lukaku Berikan Fakta Mengejutkan Di Inter Milan

Romelu Lukaku Berikan Fakta Mengejutkan Di Inter Milan

Mantan pemain Manchester United Romelu Lukaku. Belum lama ini memberikan pernyataan yang cukup mengejutkan kepada media. Lukaku menilai jika ada sekitar 23 dari 25 punggawa Inter Milan. Telah mengalami gejala batuk dan demam pada awal tahun ini. Akan tetapi mereka yang memiliki gejala tersebut. Tidak dilakukan tes untuk COVID-19.

Meskipun sejauh ini masih belum ada pemain yang di nyatakan positive terpapar. Seperti yang di ketahui apabila mereka berada di tengah pusat penyebaran pandemi di Italia saat ini. Hal ini diketahui setelah pemain Belgia tersebut. Setelah selesai liburan pada bulan desemeber tahun lalu.

Saat melawan Cagliari sekitar 25 menitan, diketahui salah satu bek  Inter Milan meninggalkan lapangan hijau. Sehingga membuatnya tidak bisa melanjutkan pertandingan tersebut,bahkan di kabarkan hampir pingsan. Milan Skriniar harus dibawa keluar lapangan setelah dikonfirmasi oleh pihak medis. Mengalami pusing dan belum pulih dari flu saat itu.

Romelu Lukaku merasa saat melakukan sesi pemanasan. Dikabarkan badannya terasa jauh lebih panas dibandingkan dengan sebelumnya. Padahal pemain 26 tahun tersebut hampir di beberapa tahun belakang tidak mengalami demam sama sekali. Selain itu para pemain Nerazzuri saat itu tidak pernah melakukan tes terhadap COVID-19 itu. Sehingga membuatnya tidak tahu apakah dirinya sudah terpapar?

Romelu Lukaku merasa regulasi tim di Italia jauh berbeda dengan yang ada di inggris

Seperti yang diketahui, untuk para pemain tim Serie A. Memiliki regulasi termasuk pengecheckan darah dan memeriksa antibodi para pemain. Apabila sesi latihan bisa di mulai pada 4 mei nanti. Jadi apabila salah satu pemain memiliki antibodi virus tersebut. Maka sudah dipastikan pemain ini telah terpapar COVID-19.

Selain membicarakan pandemi tersebut. Lukaku juga berasumsi apabila keakraban yang di bangun para pemain Inter Milan. Membuat dirinya merasa nyaman tinggal di Giuseppe Meazza untuk saat ini. Pemain belgia tersebut memberi perbedaan antara di Italia dan Inggris.

Dimana dirinya ketika berseragam setan merah, ketika pergi untuk malam dilakukan setiap empat bulan sekali. Namun di Inter Milan empat minggu sekali dirinya harus berangkat untuk makan malan bersama tim.

Previous Luca Waldschmidt Jadi Opsi Perburuan Chelsea Selanjutnya

Next Hakan Calhanoglu Berharap Kontraknya Diperpanjang AC Milan

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *