PSIS Usulkan Home Tournament kepada PT LIB, Apa itu?


PSIS Usulkan Home Tournament kepada PT LIB, Apa itu?

PSIS Usulkan Home Tournament kepada PT LIB, Apa itu?

Mayoritas klub Liga 1 mengusulkan agar kompetisi dihentikan total. Kondisi pandemi Corona yang urung membaik menjadi penyebab utamanya. Lantas, beberapa opsi turnamen pengganti diusulkan klub Liga 1. Salah satunya PSIS Semarang yang mengusulkan home tournament, apa itu?

PSIS menyatakan bahwa kompetisi nasional tidak mungkin lagi dilanjutkan. Faktor kesehatan dan keselamatan menjadi dasar pertimbangan gagasan ini.

“PSIS mengusulkan Liga 1 agar dihentikan saja. Banyak faktor yang mendasari. Pertama soal kesehatan pemain. Siapa yang bisa memberi jaminan kesehatan pemain dan pelatih,” ujar General Manajer PSIS, Wahyu ‘Liluk’ Winarto.

Hal ini disampaikan Wahyu kala mengikuti rapat virtual bersama PSSI. Rapat tersebut memang diagendakan untuk mendengar seluruh masukan perwakilan klub.

Pertimbangkan Kebijakan Daerah

PSIS juga mempertimbangkan alasan geografis yang tidak memungkinkan. Beberapa daerah dengan kebijakannya masing-masing ditengarai bakal menjadi kendala.

“Sebagai contoh di Semarang. Banyak jalan yang masih ditutup. Para pedagang juga tidak diperbolehkan membuka lapak. Apa kita mau menggelar turnamen dengan kondisi seperti ini?” ujar Liluk.

PSIS Usulkan Home Tournament kepada PT LIB, Apa itu?

Wahyu Liluk juga mempermasalahkan banyaknya bandara yang masih ditutup. Hal ini tentu akan menimbulkan problem tersendiri. Seluruh klub Liga 1 tentu akan kewalahan menghadapi masalah ini. Terutama tim yang berada di ujung Indonesia, seperti Persiraja dan Persipura.

“Sekarang ini, seluruh layanan penerbangan juga sangat terbatas. Kita tahu wilayah Indonesia ini cukup besar. Dan klub Liga 1 tersebar dari Aceh hingga Papua. Kalau klub-klub ini kesulitan mendapatkan tiket penerbangan, bagaimana?” ujar Liluk menegaskan.

Konsep Home Tournament

Dengan berbagai permasalahan tersebut, PSIS kemudian mengusulkan turnamen pengganti. Namun, PSIS Semarang memiliki pandangan berbeda mengenai konsep turnamen pengganti.

PSIS mengusulkan agar digelar home tournament. Yakni masing-masing wilayah menggelar kompetisinya sendiri. Konsep ini biasa disebut juga dengan turnamen wilayah. Ini untuk menyiasati daerah geografis Indonesia yang dipisahkan oleh wilayah perairan.

Hal ini patut dipertimbangkan demi membantu menyelesaikan permasalahan ekonomi. Adanya turnamen dalam lingkup kecil dinilai bisa memberikan sedikit bantuan.

“Kami mengusulkan adanya kompetisi dengan format home tournament. Supaya mampu menggerakkan roda perekonomian. Dan juga bisa memberikan kesejahteraan pemain, pelatih, dan stakeholder lainnya,” ujar Liluk.

PSIS menganggap gagasan ini merupakan hal paling realistis. Namun, PSIS menyatakan akan menyerahkan semua keputusan kepada PSSI. Sebagai anggota, PSIS hanya bisa menjalankan keputusan yang diambil oleh federasi.

PSSI disinyalir baru akan mengambil keputusan setelah 29 Mei. Hal ini sekaligus menunggu arahan pemerintah terkait status tanggap daerah.

Previous Sudjarno Jadi Plt Dirut PT LIB, Klub Liga 1 Tak Tahu

Next PSS Sleman Ragukan “New Normal” dalam Sepak Bola Indonesia

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *