Bisa Terjerat Hukum, Liga Inggris Buat Perjanjian Mematikan


Bisa Terjerat Hukum, Liga Inggris Buat Perjanjian Mematikan

Bisa Terjerat Hukum, Liga Inggris Buat Perjanjian Mematikan

Liga Inggris menyerahkan nyawanya ke UEFA setelah menandatangani sebuah perjanjian mematikan, yang bisa menyebabkan mereka terjerumus ke dalam masalah hukum.

Seperti dilansir oleh koran The Sun, para petinggi Liga Inggris meneken sebuah perjanjian mematikan dengan otoritas sepak bola Eropa, UEFA, dengan komitmen untuk menyelesaikan musim ini paling lambat pada 31 Juli. Maksudnya adalah agar UEFA memiliki keleluasaan pada bulan Agustus untuk menyelesaikan kompetisi Liga Champions dan Liga Europa.

Penuh resiko

Masalahnya adalah, siapa yang bisa menjamin bahwa sepak bola bisa dimulai pada pertengahan bulan Juni, agar bisa menyelesaikan 92 pertandingan yang tertunda pada 31 Juli, di tengah mendung yang membayangi tanah Inggris dan Eropa saat ini?

Inggris memang hanya menduduki posisi keenam pada papan klasemen negara-negara yang dibayangi mendung hitam ini, jauh di bawah Italia dan Spanyol. Namun jumlah kematian yang sangat besar per harinya (misalnya saja 763 orang sepanjang hari Rabu 22 April) menjadikan mereka kebobolan dan akan segera menjadi figur mencolok pada daftar itu.

Dalam perjanjian mematikan Liga Inggris itu, petinggi Liga Inggris memberi komitmen mereka untuk menyelesaikan semua pertandingan yang ditunda sejak awal Maret, akan diselesaikan pada 31 Juli. Dengan asumsi satu tim bertanding setiap tiga hari sekali, butuh satu bulan penuh untuk menyelesaikan 92 laga. Itu berarti sekitar pertengahan Juni para pemain sudah kembali ke lapangan latihan.

Usulan mentri kebudayaan Inggris

Ada pula desakan dari menteri kebudayaan Inggris agar semua sisa pertandingan Liga Inggris bisa ditayangkan secara gratis melalui TV teresterial, ITV dan BBC, guna menghindari kerumunan massa karena orang-orang akan pergi ke pub terdekat atau ke rumah teman yang memiliki siaran TV berbayar sepak bola Sky Sports serta BT Sport.

Belum jelas bagaimana 92 pertandingan itu hendak dipadatkan dalam waktu satu bulan. Salah satu opsi yang pernah dibahas pekan lalu adalah memusatkan semua laga itu di Stadion Wembley London, dengan tiga atau empat tayangan dalam satu hari melalui televisi dan semua tim Liga Inggris menghabiskan malam di hotel-hotel sekitarnya. Ada kewajiban keuangan sebesar Rp 15 Trilyun yang harus ditanggung renteng oleh 20 klub Premier League jika sampai musim ini gagal diselesaikan secara selayaknya.

Previous Pangeran Salman Datang, Newcastel Bisa Boyong 3 Pemain

Next Liga Inggris Pertimbangkan Opsi Laga Disiarkan Gratis

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *