Manchester City Akui Kepayahan Kejar Liverpool


Manchester City Akui Kepayahan Kejar Liverpool

Manchester City Akui Kepayahan Kejar Liverpool

Manchester City musim ini tertinggal jauh dari Liverpool di Premier League. Gelandang City, Ilkay Guendogan, mengakui timnya tak sebagus musim lalu.

Dalam dua musim terakhir, City menguasai Premier League. Usai perkasa pada 2017/2018, City kemudian menjuarai Premier League 2018/2019 dengan keunggulan tipis atas Liverpool.

Man City terpaut selisih poin yang signifikan dengan Liverpool

Musim ini, situasinya berbeda. City kepayahan menjaga daya saingnya dengan Liverpool. Setelah memainkan 28 laga, The Citizens baru mengumpulkan 57 poin setelah tujuh kali kalah.

Di sisi lain, Liverpool begitu perkasa. Mohamed Salah dkk hanya kehilangan empat poin dari 29 laga yang sudah dimainkan. Mengumpulkan 82 poin, Liverpool melaju sendirian di puncak klasemen Liga Inggris dengan keunggulan 25 angka atas City.

Guendogan mengakui City memang tertinggal dari Liverpool. Gelandang internasional Jerman itu menyebut City terlalu banyak kehilangan poin.

‘Kami tertinggal dalam perburuan gelar Premier League musim ini. Kami tidak bisa menunjukkan hasil seperti dua musim terakhir ketika kami jadi juara,’ ujar Guendogan kepada media Turki, Fanatik, seperti dikutip Mirror.

‘Apakah kami main bagus atau memainkan pertandingan bagus, ada poin yang terlepas.’

‘Liverpool sampai pada level ini tanpa kehilangan banyak poin, sementara kami kehilangan banyak poin, jadi perbedaannya makin besar,’ katanya.

Hari ini Manchester City jalani sidang gugatan di Pengadilan CAS, Swiss

Manchester City mulai Senin (08/06/2020) dijadwalkan menjalani sidang gugatan terkait larangan tampil di kompetisi Eropa selama dua tahun yang dijatuhkan oleh UEFA di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) di Swiss demikian lansiran Reuters.

Persidangan tiga hari itu diisi dengan agenda mendengar kesaksian dari Man City atas sanksi yang dijatuhkan UEFA pada Februari berdasar dugaan pelanggaran aturan Kepatutan Finansial (FFP) dan bersikap non-kooperatif selama proses penyelidikan.

Selain dijatuhi sanksi larangan tampil di Eropa dua tahun, Man City juga dikenai denda senilai 30 juta euro.

Penyelidikan UEFA dimulai pada Maret 2019 menyusul bocornya dokumen internal Man City yang diungkap oleh laman Football Leaks berisi dugaan praktik penggelembungan kesepakatan sponsor oleh pemilik klub.

Dokumen itu memuat informasi bahwa pembiayaan kebutuhan klub “disalurkan” melalui sponsor, sedangkan investigasi Reuters tak mendapati bahwa pembayaran dari sponsor pernah terjadi.

Selain mempertanyakan muasal dokumen bocoran tersebut, Man City juga menyatakan cara investigasi Badan Pengendalian Keuangan Klub (CFCB) UEFA tidak menyenangkan.

‘Tuduhan itu tidak benar. Sama sekali tidak benar,’ kata CEO Man City Ferran Soriano dalam pernyataan resmi klub Februari lalu.

Abu Dhabi United Grup, perusahaan pengelola investasi yang dipimpin Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan, merupakan pemilik mayoritas City Football Group dengan kepemilikan saham 77 persen.

Previous Dibalik Skill Hebatnya, Ini Kelemahan Timo Werner!

Next David Ospina Akan Memanfaatkan Kondisi Di Napoli

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *