Luis Suarez, Sang Bintang Yang Suka Gigit Pemain Lawan


Luis Suarez, Sang Bintang Yang Suka Gigit Pemain Lawan

Luis Suarez, Sang Bintang Yang Suka Gigit Pemain Lawan

Luis Suarez makin hancurkan reputasinya di Liverpool pada 21 April 2013 tepat di hari ini tujuh tahun lalu, saat ia menggigit lengan bek Chelsea, Branislav Ivanovic, di sebuah laga yang berakhir imbang 2-2.

Saat itu, bintang asal Uruguay tersebut memang masih membela Liverpool. Peristiwa itu, meski terjadi tujuh tahun lalu, menimbulkan dampak yang signifikan bagi Suarez yang akhirnya tinggalkan Anfield setahun kemudian. Demikian diungkapkan kantor berita PA, seperti dilansir Sportsmole.

Terima sanksi larangan bermain 7 pertandingan

Suarez harus menerima konsekuensi besar karena gigitan mautnya pada Ivanovic. Apalagi, dia tetap harus jalani sanksi larangan bermain dalam tujuh pertandingan ketika ia baru bergabung dengan the Reds di tahun 2011, karena insiden sama. Yakni, menggigit bahu pemain PSV, Otman Bakkal, di klub lamanya, Ajax Amsterdam.

Dia juga mempermalukan dirinya sendiri pada musim pertamanya di Anfield, karena dinyatakan bersalah telah lakukan pelecehan rasial terhadap bek Manchester United, Patrice Evra.

Luis Suarez mengaku telah mengeluarkan kata-kata bernada ofensif, tapi ia juga bersikeras kata-kata itu ditujukan karena dia menyukai Evra. Akibatnya, ia bikin susah klubnya, karena diganjar larangan bermain dalam delapan pertandingan.

Apalagi, sanksi itu bukan akhir dari drama yang ditunjukkan Suarez bersama the Reds. Klub Merseyside itu mendapat banyak kritik setelah skuad mereka mengenakan kaos yang bertuliskan dukungan terhadap Suarez, yang kemudian menolak untuk berjabat tangan dengan Evra, saat kedua klub bertanding. Bisa dibayangkan, hal itupun memicu pertandingan panas antara kedua tim.

Namun, kembali lagi ke kasus gigitan mautnya terhadap Ivanovic, Suarez sempat ungkapkan penyesalan dan permintaan maaf dalam akun media sosialnya, tak lama setelah inside itu terjadi.

‘Saya sangat sedih dengan apa yang terjadi sore ini, saya minta maaf pada Ivanovic dan seluruh dunia sepak bola atas sikap saya yang tidak bisa dimaafkan. Saya sangat menyesal dengan kejadian itu,’ ungkap Suarez saat itu.

Gigit Ivanovic di area penalti

Sesaat sebelum insiden itu terjadi, Luis Suarez baru saja memberi peluang penalti pada tim lawan, yang membuat Chelsea unggul 2-1. Segera setelah lawan unggul, mungkin karena saking frustrasinya, Suarez yang sedang berusaha berebut bola dengan Ivanovic di area penalti Chelsea, seketika membenamkan giginya ke lengan atas bek asal Serbia tersebut.

Alhasil Ivanovic yang kaget langsung menoyor kepala Suarez, tapi dia juga terjatuh karena kesakitan. Sayangnya, insiden ini luput dari pengamatan seluruh ofisial pertandingan dan belum ada VAR yang bisa dimintai keterangan.

Hal itu menimbulkan kontroversi besar, karena Suarez tak mendapat hukuman dan tetap bermain, hingga ia pula yang mencetak gol penyeimbang di masa injury. Laga pun ditutup dengan skor imbang 2-2.

Beberapa kamera televisi memang menangkap insiden gigitan maut Luis Suarez pada Ivanovic. Rekaman itulah yang kemudian menjadi bukti, dan tak ada jalan keluar bagi Suarez untuk berkelit lagi. Ia juga mendapat kecaman dari masyarakat luas, termasuk dari Perdana Menteri, David Cameron, saat itu.

Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) kemudian mengirim kasus itu ke panel independen, yang menjatuhkan larangan bermain dalam 10 pertandingan kepadanya, dan sanksi itu ‘sukses’ mengakhiri musimnya.

Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Ketika ia kembali beraksi di bulan September musim berikutnya, Suarez memperlihatkan kembali kemampuan apiknya di lapangan. Ia berhasil mencetak 31 gol dalam 33 pertandingan, saat Liverpool menjadi penantang gelar saat itu.

Berkat performanya itulah, Suarez pindah ke Barcelona pada musim panas 2014. Tapi, sebelum dia bisa sampai ke Camp Nou, masih ada satu aib lagi bagi Suarez.

Previous Demi Ciro Immobile, Klub Sepak Bola Ini Imingi Gaji Besar

Next Ini Pemain Incaran Cesc Fabregas Jika Kelak Jadi Pelatih

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *