Leicester Gempar! Brendan Rodgers Merasa Tersiksa. Ada apa?


Leicester Gempar! Brendan Rodgers Merasa Tersiksa. Ada apa?

Leicester Gempar! Brendan Rodgers Merasa Tersiksa. Ada apa?

Saat Liga Inggris berencana untuk memulai kembali pertandingan pada 17 Juni nanti, kabar tidak mengenakan kembali terjadi. Setelah manajer Arsenal Mikel Arteta positif terkena virus corona, kali ini manajer Leicester City, Brendan Rodgers juga terkena virus dengan nama lain Covid-19 ini.

Manajer Leicester City, Brendan Rodgers, ternyata sempat tertular virus corona. Rodgers bercerita betapa tersiksanya ia gara-gara virus itu.

Rodgers mengaku terjangkit virus corona tak lama setelah Premier League ditangguhkan pada 13 Maret. Sang istri juga tertular virus ini.

Mulai merasakan gejala sepekan sebelum laga tanding lawan Watford

Gejala terserang corona mulai ia rasakan setelah timnya mendapat libur sepekan sebelum melakukan pertandingan dengan Watford pada 14 Maret. Satu minggu kemudian, ia mulai merasakan kondisi badan yang lemah.

Mantan manajer Liverpool itu dinyatakan positif COVID-19 setelah menunjukkan beberapa gejala. Kini, Rodgers sudah sembuh.

Rodgers pun bercerita tentang pergumulannya selama menghadapi penyakit ini. Pria 47 tahun itu mengaku kesulitan bernapas serta kehilangan kemampuan untuk mencium bau dan mengecap rasa.

Ketika itu, ia sangat merasa tersiksa karena sekujur tubuhnya terasa lemas. Mirisnya, sang istri juga ikut tertular karenanya.

Rasanya seperti lelah medaki Gunung

Mantan manajer Liverpool itu mengibaratkan kondisi tubuh saat mengidap COVID-19 adalah sama dengan mendaki gunung tertinggi di dunia, Kilimanjaro.

Dirinya memang pernah mendaki Gunung Kilimanjaro untuk acara amal pada 2011. Pendakian itu ia lakukan beberapa minggu setelah sanggup mengantarkan bekas klub asuhnya yakni Swansea naik kasta dari Championship ke Liga Primer Inggris.

‘Saya tidak punya kekuatan, dan saya benar-benar kesulitan. Istri saya juga demikian. Saya dites dan kami sama-sama tertular. Saya kesulitan berjalan.’

‘Saya teringat saat mendaki gunung Kilimanjaro. Semakin tinggi Anda mendaki, Anda semakin sulit bernapas. Berjalan 10 meter terasa sangat sulit. Saya coba berlari, dan saya tidak bisa melakukannya.’

‘Saya benar-benar lemah, tidak punya selera, dan merasakan sensasi yang aneh selama tiga minggu karena tidak bisa merasa,’ katanya.

‘Itu mengingatkan saya seperti mendaki Gunung Kilimanjaro, saat Anda mendaki lebih tinggi, Anda menjadi lebih terengah-engah,’ sambungnya.

Rodger dan istri dinyatakan sembuh

Kini, Rodger mengaku ia dan istrinya sudah pulih total setelah menjalani perawatan selama tiga pekan. “Aku tidak punya nafsu makan sama sekali dan itu adalah sensasi aneh. Makan makanan tanpa pernah mencicipi dan mencium aromanya,” jelasnya.

Dengan pengakuan ini, artinya, Rodgers menjadi manajer Premier League kedua yang terserang COVID-19. Sebelumnya, hal serupa juga pernah dialami manajer Arsenal, Mikel Arteta.

Previous Nasib Valdes Setelah Berhenti Jadi Pemain Bola

Next Bos Premier League: Fans Bisa Nonton di Stadion Musim Depan

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *