Klub Inggris Meminta Ini Ke Pemerintah, Publik Mengecam!


Klub Inggris Meminta Ini Ke Pemerintah, Publik Mengecam!

Klub Inggris Meminta Ini Ke Pemerintah, Publik Mengecam!

Diskusi soal potong gaji di Liga Inggris belum menemui titik terang. Sementara itu publik mulai bereaksi terhadap sikap beberapa klub meminta bantuan pemerintah Inggris untuk membayari gaji stafnya.

Gagal Temui Titik Terang

Pembicaraan antara Premier League dan Asosiasi Pemain Profesional Inggris (PFA) mengenai potong gaji di Liga Inggris di tengah wabah yang melanda Eropa dan Inggris akhir-akhir ini, gagal mencapai kesepakatan pada hari Rabu (3/2).

Perwakilan senior dari Asosiasi Pemain Profesional Inggris (PFA), Premier League, EFL dan Asosiasi Manajer Liga (LMA) membahas beberapa masalah yang timbul dari pandemi yang melanda seluruh dunia akhir-akhir ini, mengatakan mereka akan melanjutkan pembicaraan.

Keputusan Tottenham Hotspur untuk memotong upah sebesar 20 persen pada 550 staf mereka dan langkah-langkah Newcastle United serta Norwich City untuk menggunakan skema cuti pemerintah Inggris – yang berarti uang publik akan digunakan untuk membayar karyawan mereka – telah menimbulkan beberapa kritik tajam.

“Tidak ada keputusan yang diambil hari ini, dengan diskusi akan berlanjut dalam 48 jam ke depan, berfokus pada beberapa masalah tingkat tinggi, termasuk upah pemain dan dimulainya kembali musim 2019/2020,” kata PFA dalam pernyataan mereka.

Media melaporkan pada hari Rabu bahwa PFA telah mengirim email kepada semua anggotanya meminta mereka untuk tidak menandatangani perjanjian dengan klub mereka tentang pemotongan atau penangguhan upah tanpa berkonsultasi dengan PFA.

Asosiasi Pemain Profesional Inggris tidak memberikan komentar ketika dihubungi tentang masalah ini oleh Reuters.

Sementara itu PFA mencoba mendapatkan kesepakatan bersama, klub Premier League Bournemouth mengatakan pada hari Rabu bahwa sejumlah petinggi klub semuanya dengan suka rela bersedia gaji mereka dipotong akibat kondisi yang tidak pasti ini.

Kecaman Publik

Dengan adanya permintaan klub kepada  pemerintah untuk membayar staf, sementara bintang top mereka terus mendapatkan gaji yang menguntungkan, sikap mereka ini telah membuat beberapa orang mempertanyakan status moral dari sepak bola Inggris.

Seorang pejabat Inggrus Julian Knight, yang merupakan anggota parlemen dari Partai Konservatif mengecam langkah tersebut. “Ini menjengkelkan dan sulit diterima,” kata Knight. “Ini memaparkan ekonomi gila di sepakbola Inggris dan kekosongan moral di pusatnya.”

Previous Fans Klub Lain Marah, Ternyata Ini Kelakuan Fans Liverpool!

Next Ditengah Covid-19 Cina Gelar Premier League, Benarkah?

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *