Ketika Mourinho Sindir Arbeloa


Ketika Mourinho Sindir Arbeloa

Ketika Mourinho Sindir Arbeloa

Ketika Mourinho menukangi Madrid pada beberapa musim yang lalu, dia memang punya cerita yang menarik. Salah satu kisah menarik ini diceritakan oleh Alvaro Arbeloa. Dia berkata jika Mourinho memberikan sebutan dan julukan dirinya”cafu“. Hal ini menurut sang pemain dilakukan Mourinho untuk memberikan dirinya semangat saja. Dan ini terjadi pertama kali saat Madrid bertemu Sevilla di lanjutan La Liga pada musim itu.

Mourinho sendiri memang cukup sukses menukangi Madrid pada musim 2010-2013. Alvaro Arbeloa cukup beruntung karena pernah bekerjasama bersama pelatih dan mendapatkan peningkatan kariernya. Saat Madrid diasuh oleh Mourinho, mereka berhasil menghancurkan dominasi Barca di La Liga. Selain itu, Mourinho juga berhasil membawa Madrid meraih kesuksesan di Eropa. Hal ini tentunya tidak akan dilupakan oleh Madridista di seluruh dunia.

Julukan yang diberikan Mourinho ke Alvaro Arbeloa terjadi pada waktu Madrid melawan Sevilla. Karena kedua pemain berposisi sama, kemungkinan hal inilah yang menyebabkan Mourinho memberikan julukan kepada Arbeloa. Pelatih merasa jika permainan Arbeloa saat itu sangat mirip dengan Cafu. Jadi Arbeloa sendiri merasa senang dengan panggilan yang diberikan oleh Mourinho.

Saat Melawan Sevilla

saya masih ingat saat kami bertanding melawan Sevilla. Saat itu ketika berada di lapangan, Mourinho memanggil saya. Tapi itu bukan nama saya, dia memanggil Cafu yang ditujukan kepada saya. Dia berkata jika permainan saya mirip dengan Cafu dan dia merasa sangat puas dengan hal itu. Sungguh melegakan, arena saya berfikir sedang membuat kesalahan,” ujar Alvaro Arbeloa saat live Instagram.

Memang saat itu saya bermain berbeda dari biasanya. Saya ingat meninggalkan post , dan beberapa kali ikut maju ke depan. Mungkin inilah yang jadi penyebarannya. Karena pada saat itu saya memang merasa sangat ingin andil dalam mencetak gol.”

Kiprah Arbeloa

Arbeloa sendiri bisa disebut sebagai salah satu pemain asli dari Madrid. Ini dimulai ketika sang pemain membela Madrid C pada tahun 2002/2003. Kemudian dia terus mengalami kemajuan dan terus merangkak naik menembus tim utama pada musim 2004/2005. Setelah 1 musim, dia dipinjamkan ke Deportivo pada musim 2006/2007.

Dari Deportivo, kemudian Arbeloa menuju Liverpool pada musim 2007-2009. Setelah itu di baru kembali ke Madrid. Di sinilah karir dia meningkat dan juga sering mempersembahkan piala untuk Los Blancos. Bersama Madrid dia mulai dari musim 2009-2016 dan kemudian setelah ini dia hengkang kembali ke Inggris.

Previous Angel Di Maria Pusing, Komentar Istrinya Dibalas Manchester

Next Jika Main Di MLS, Bale Harus Rela Potong Gaji

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *