Karena Timnas Indonesia Pelatih Terbaik Se-Asia Dipecat


Karena Timnas Indonesia Pelatih Terbaik Se-Asia Dipecat

Karena Timnas Indonesia Pelatih Terbaik Se-Asia Dipecat

Bagi pencinta sepak bola pastinya tidak asing dengan nama  Philipe Troussier. Pelatih yang mendapatkan gelar sebagai pelatih terbaik Se Asia saat menangani timnas Jepang pada tahun 2000. Troussier sendiri mendapat julukan dokter penyihir putih.

Dimana berkat sentuhan magisnya dirinya bisa mengatarkan jepang menjuarai piala asia. Gelar yang diberikan tersebut ternyata bukan sebuah omong kosong belaka. Dimana sang pelatih berhasil membawa jepang ke final paial konfederasi 2001. Dimasa puncaknya Troussier berhasil mencetak sejarah untuk pertama kalinya di jepang. Dirinya berhasil membawa timnas Jepang ke 16 besar piala dunia untuk pertam kalinnya.

Berkat apa yang telah di capainya tersebut. Membuat Philipe Troussier menjadi pelatih paling dicari oleh negara di Asia. Ahkirnya dirinya mendarat ke Qatar, mengingat prestasi yang telah di capai oleh sang pelatih. Membuat Qatar berharap bisa membawa pulang piala Asia 2004 silam.

Namun sayang nasib buruk harus menimpa Philipe Troussier. Perlu di ketahui apabila kegagalan dari pelatih tersebut sudah mulai dirasakan oleh beberapa pengamat sepak bola. Masalah yang terjadi di internal tim, kegagalan pada kompetisi lainnya. Membuat pelatih tersebut semakin yakin akan segera hengkang dari Qatar pada saat itu.

Gara-gara meremahkan Indonesia pelatih Qatar di pecat

Pada piala Asia 2004 timnas Qatar masuk dalam grub yang tidak terlalu sulit. Dimana terdapat China, Bahrain dan Indonesia dalam grub tersebut. Philipe Troussier menilai, jika hanya china dan Bahrain yang bisa merepotkan Qatar lolos ke fase berikutnya.

Berkat pelatih timnas Indonesia dan para punggawa timnas Garuda. Yang saat itu di isi oleh pemain seperti Budi Sudarsono, Hendro Kartiko, dan Ponaryo Astaman. Bisa langsung unggul 2-0 berkat aksi dua pemain andalan mereka saat itu.

Meskipun Qatar memberikan perlawan yang cukup sengit untuk Indonesia. Hanya satu gol saja yang mampu di ciptakan oleh anak asuhan Philipe Troussier pada saat itu. Alhasil membuat para petinggi timnas saat itu merasa sedikit emosi. Sehingga membuat keputusan untuk memecat pelatih tersebut dari timnas Qatar pada saat itu juga.

Previous Arsenal Manfaatkan Situasi Feyenoord Untuk Tarik Kokcu

Next Marcelo Vieira Jadi Bidikan PSG Gantikan Layvin Kurzawa

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *