Jurgen Klopp Sudah Kangen Banget Sepakbola


Jurgen Klopp Sudah Kangen Banget Sepakbola

Jurgen Klopp Sudah Kangen Banget Sepakbola

Hampir tiga bulan Premier League tak bergulir karena pandemi virus Corona. Manajer Liverpool Juergen Klopp mengaku sudah rindu banget.

Premier League ditangguhkan sejak 13 Maret lalu karena pandemi COVID-19. Kompetisi rencananya akan dilanjutkan 17 Juni mendatang, lebih dari tiga bulan sejak keputusan penangguhan.

Liverpool paling bersemangat

Liga Inggris jadi satu-satunya kompetisi yang bisa dinantikan Liverpool, sebab mereka sudah tersingkir dari tiga turnamen: Piala Liga Inggris, Piala FA, dan Liga Champions. Tapi satu-satunya kompetisi yang ditunggu itu juga menawarkan kesempatan terbesar untuk meraih trofi.

‘Saya sudah sangat merindukannya sekali, itu luar biasa. Saya tahu sepakbola bukan hal terpenting dalam hidup, tapi itu adalah gairah hidup saya. Saya harap orang-orang menantikannya, karena kami menantikannya,’ ungkap Klopp dikutip BBC.

Liverpool sudah kukuh di puncak klasemen sebelum liga berhenti bergulir, unggul 25 poin atas Manchester City di posisi dua. ‘Si Merah’ praktis cuma butuh dua kemenangan lagi untuk juara.

Klopp menegaskan timnya tak akan berhenti hanya karena dua kemenangan atau titel juara sudah dipastikan. Ia ingin Liverpool finis setangguh mungkin.

‘Ada 27 poin tersisa untuk kami dan kami akan mencoba segala cara untuk meraih semuanya. Kami masih belum juara, kami harus memainkan pertandingan dan memenangi semuanya,’ tambahnya.

3 faktor penyebab Liverpool tampil mentereng

Diprediksi kuat Liverpool bakal menjadi pemegang kampiun Premier League musim ini. Bukan tanpa sebab, ada tiga faktor yang membuat Liverpool tampil mentereng dalam liga musim ini.

1. Penampilan Melempem Manchester City

Tadinya Manchester City daingga[ menjadi rival paling serius Liverpool. Tidak heran, selain berstatus sebagai juara bertahan, Man City dianggap berada satu level dengan Liverpool saat ini.

Sayangnya, performa pasukan Pep Guardiola angin-anginan. Pekan lalu saja, mereka dikalahkan rival sekota, Manchester United 1-2.

Itu merupakan kekalahan keempat Man City di musim ini. Padahal, Liga Inggris belum berlangsung setengah musim.

2. Kedalaman Skuat

Jadwal The Reds dinilai semakin padat karena kesuksesannya dalam menjuarai Liga Champions membuat mereka harus berkompetisi di Piala Dunia Antarklub di musim ini.

Klopp sebagai pelatih tentu harus memutar otak untuk mengakali jadwal itu. Untungnya, skuat yang dimiliki cukup mumpuni.

Meski kerap terlihat mengandalkan beberapa pemain, skuat pelapis Liverpool ternyata selalu siap diturunkan. Tengok partai melawan Bournemouth di mana mereka mengandalkan sejumlah pemain pelapis seperti Xherdan Shaqiri, Dejan Lovren, dan Alex Oxlade Chamberlain.

Kedalaman skuat pastinya membuat beban Klopp sedikit berkurang. Paling tidak, manajer asal Jerman itu tak dipusingkan jika pemain intinya cedera.

3. Taktik Jurgen Klopp

Sudah pasti kunci apiknya performa Liverpool di musim ini imbas dari taktik Klopp yang jitu. Kita lihat dalam beberapa laga, Manajer asal Jerman itu kerap menerapkan formasi 4-3-3 dengan Mohamed Salah, Roberto Firmino, dan Sadio Mane di depan.

Harus diakui, strategi yang dipasang Klopp belum ada ‘obatnya’. Melawan tim-tim besar, Liverpool tak kesulitan.

Manchester City yang digadang menjadi pesaing utama, mereka libas 3-1 di Anfield. Tottenham Hotspur pun tak luput dari terkaman Liverpool.

Selama strategi Klopp belum ada yangt bisa mematahkan, Liverpool sepertinya hanya tinggal menunggu waktu untuk juara.

Previous FA Janji Tak Hukum Pemain yang Tunjukkan Solidaritas Floyd

Next Resmi Bertahan, Ighalo Janji Bawa MU Melangkah Lebih Tinggi

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *