Juan Mata Bercerita Tentang Musim Pertama Di MU


Juan Mata Bercerita Tentang Musim Pertama Di MU

Juan Mata Bercerita Tentang Musim Pertama Di MU

Juan Mata hengkang ke Manchester United ketika klub ini sedang dalam masa sulit. Walaupun begitu, pemain asal Spanyol ini tetap setuju dengan kepindahanya. Dari situ ternyata ada cerita menarik dari mata. Dan tepatnya ini cerita musim pertama di berada di Setan Merah.

Mantan pemain Chelsea ini pindah ke MU pada tahun 2014. Dia bergabung pada bursa transfer Januari atau semasa tengah musim bergulir. Ketika itu MU masih dilatih Moyes dan tidak lama kemudian dia digantikan oleh Ryan Giggs.

Berstatus sebagai juara bertahan, MU ternyata tampil di bawah ekspektasi semua orang. Pada akhir musim mereka hanya mampu berada di peringkat ke-7. Situasi ini membuat Mata malu. Dia merasa tak bisa berbuat banyak saat itu.

Dia merasa jika posisi ke-7 tidak seharusnya mereka berada. Dia juga khawatir tentang tekanan dari fans terkait keadaan ini. Karena MU tim besar, jelas para fans ingin yang terbaik dari klub yang mereka dukung. Mereka tentunya tidak mau jika tim juara bertahan berada di posisi itu.

Yang Mata Pikirkan

Saat itu kamu finis di posisi ke-7 pada akhir musim. Dengan klub sekelas Manchester United, jelas itu bukan tempat tim ini berada. Seharusnya kami bisa berada di papan atas klasemen,” kata Mata ke Mirror.

Saya datang dari Spanyol. Dan di sana tekanan sangat berat. Apalagi jika tim lain ternyata lebih baik dari kami, itu membuat semuanya semakin sulit. Saya sudah siap menerima ejekan dan cemoohan dari para penonton.”

Karena hal seperti ini memang biasanya terjadi. Apalagi tim sekelas MU yang, mempunyai fans yang sangat loyal. Saya sudah menyiapkan mental dan segalanya. Dan yang jelas kami bertanding di kandang saat laga terakhir Premier League.”

Kenyataannya, apa yang dikhawatirkan oleh Mata tidak menjadi kenyataan. Mereka ternyata malah mendapat sambutan hangat. Ini yang memuat Mata kaget sekaligus kagum. Ini merupakan situasi yang pertama kali dia rasakan selama menjadi pemain profesional.

Kenyataannya Yang Sungguh Manis

“Saat menuju ruang ganti, saya menyadari banyak sekali tepuk tangan untuk kami. Para fans memberikan kami semangat dan melupakan musim ini. Mereka berkata masih ada musim depan. Ini sungguh sangat luar biasa. Saya tidak akan pernah melupakan momen itu,” Mata melanjutkan.

Ini jelas merupakan dukungan yang berarti bagi kami saat itu. Sungguh sangat senang mempunyai fans seperti itu. Kami berada di posisi ke-7 dan sebelumnya kami juara di bawah Ferguson. Tapi para fans sepertinya tahu jika tim ini dalam masa perubahan. Mereka tetap sabar dan mengerti.”

Itu sedikit membuat saya merasakan perasaan yang membingungkan. Saya malu tidak bisa memberikan segalanya di musim pertama saya  bergabung,” tutup Juan Mata.

Previous Harry Kane Bisa Bermain Lagi Ketika Liga Diteruskan

Next Raheem Sterling Masih Cinta The Reds

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *