Jose Mourinho Merinding Saat Lihat Ruang Ganti


Jose Mourinho Merinding Saat Lihat Ruang Ganti

Jose Mourinho Merinding Saat Lihat Ruang Ganti

Sejumlah stadion milik klub-klub Liga Primer Inggris berubah jadi Rumah Sakit (RS) dadakan maupun fasilitas kesehatan, untuk melawan pandemi virus corona. Beberapa klub papan atas pun sudah memberikan stadion mereka untuk National Healt Service (NHS), selama kompetisi dihentikan sementara.

Jose Mourinho kini merinding saat melihat ruang ganti dan sebagian wilayah di stadion klub Liga Inggris, Tottenham Hotspur.

Jose Mourinho sendiri hari ini kembali sibuk di kegiatan sosial dengan ikut memanen dan membagikan hasil kebun klub Liga Inggris, Tottenham Hotspur. Kepada Sky Sports sang manajer mengaku kangen pada dunia normal, bukan hanya pada dunia sepak bola saja.

Tidak terasa Mourinho menyadari jika sudah 7 pekan sejak dirinya teriak-teriak memimpin jalannya laga skuad Spurs di stadion yang masih ia datangi selama masa lockdown. Ia dengan sedih lantas mengakui merindukan kehidupan normal dengan beragam permasalahan di dalamnya.

Dunia sepak bola bagi The Special One hanya sebagian dari dunianya, namun kehidupan secara keseluruhan membuatnya rindu berat. Meski begitu dirinya tetap meminta semua pihak bersabar, karena laga melawan pandemi virus corona adalah laga yang harus dimenangkan semua orang.

Jose Mourinho tetap berusaha berpikiran positif

Karena sering bolak-balik stadion, Mourinho jadi tahu jika tempat biasa bertanding itu kini sudah beralih fungsi untuk keperluan medis bak rumah sakit raksasa. Hal itu ia akui menimbulkan perasaan yang aneh dan emosional.

Ia sampai merinding saat berjalan melintasi ruang ganti skuadnya dan melihat sejenak tempat tersebut. Ia sampai membayangkan situasi normal sebelum pandemi menyerang. Atmosfer sebelum pertandingan, saat dan setelah pertandingan kini berubah menjadi fasilitas rumah sakit yang luar biasa di matanya.

Mourinho juga menyatakan jika dirinya sudah tidak sabar lagi ingin melihat musim Liga Inggris kali ini cepat-cepat dituntaskan. Hanya perlu menyelesaikan 9 pertandingan lagi dan semuanya akan merasa lega.

Ia juga tidak keberatan dengan laga tanpa dihadiri banyak suporter di stadion. Baginya tayangan televisi berarti masih menghubungkan mereka dengan para fans sepak bola di mana saja mereka berada. Hal itu membuatnya merasakan jika stadion tidak benar-benar kosong.

Previous Belum Pasti ke Inggris, Timo Werner Bisa Saja Ke Italia

Next Dilema Liga Inggris Adanya Pemberontakan

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *