FA Janji Tak Hukum Pemain yang Tunjukkan Solidaritas Floyd


FA Janji Tak Hukum Pemain yang Tunjukkan Solidaritas Floyd

FA Janji Tak Hukum Pemain yang Tunjukkan Solidaritas Floyd

FA tak akan serta-merta menghukum pemain yang menunjukkan aksi solidaritas kepada George Floyd. Mereka menegaskan menolak segala bentuk diskriminasi.

Dunia sepakbola juga turut menyuarakan anti-rasialisme terkait kematian Floyd. Pria kulit hitam asal Amerika Serikat ini meninggal usai lehernya ditekan polisi kulit putih bernama Derek Chauvin.

Aksi untuk Floyd ditunjukkan oleh beberapa pemain Bundesliga yang berlaga akhir pekan ini seperti Jadon Sancho, Weston Mckennie dan Marcus Thuram. Namun, tindakan ketiganya ini justru membuat Asosiasi Sepakbola Jerman (DFB) untuk melakukan penyelidikan. Mereka dituduh melanggar aturan menunjukkan slogan politik saat berlaga.

Kecaman banyak pihak kepada DFB

Sikap DFB tersebut dikecam oleh banyak pihak karena dianggap tak mendukung gerakan anti-rasialisme. FIFA kemudian mengeluarkan himbauan agar operator liga lebih cermat untuk menghukum pemain yang menunjukkan aksi solidaritas untuk kematian Floyd.

Merespon hal tersebut, FA berjanji tak akan serta-merta menghukum pemain yang menyuarakan aksi solidaritas di lapangan. Walaupun, aksi tersebut sebenarnya melanggar aturan dalam pertandingan.

‘FA sangat mengutuk diskriminasi dalam bentuk apapun dan telah berusaha untuk memastikan bahwa sepakbola di Inggris menjunjung keberagaman dalam beberapa tahun terakhir,’ ungkap Otoritas Tertinggi Sepakbola Inggris dikutip dari Sportskeeda.

‘Perilaku atau gestur apapun di lapangan yang mungkin merupakan pelanggaran aturan pertandingan harus dinilai lebih cermat. Penyelidikan akan dilakukan dalam setiap kasus dengan pendekatan yang mengedepankan nalar dan konteks secara keseluruhan dari aksi mereka.’

‘Kekuatan sepakbola bisa menghancurkan sekat yang ada. Kami tetap berkomitmen untuk menghapus semua bentuk diskriminasi dari segala pertandingan yang kami cintai ini,’ jelasnya.

Beberapa pelaku sepakbola Inggris kini telah menyuarakan slogan Black Lives Matter terkait kematian Floyd. Di antaranya adalah penggawa Chelsea dan Liverpool yang sudah menunjukkan sikap berlutut saat latihan.

Liga Inggris sendiri bakal digulirkan kembali mulai 17 Juni mendatang usai ditangguhkan sejak awal Maret lalu akibat pandemi virus Corona.

Fl0yd tewas diduga dicekik oknum Polisi AS

Dari autopsi yang dilakukan oleh keluarga George Floyd menunjukkan bahwa Floyd dicekik oleh seorang polisi Amerika Serikat (AS) hingga tewas. Yang menjadi berdebatan bahwa hasil autopsi ini berbeda dengan klaim putusan resmi yang mengatakan Floyd tewas karena masalah jantung.

‘Hasil auotopsi pada jenazah Floyd yang dilakukan oleh pemeriksa medis independen menentukan bahwa sesak napas akibat tekanan yang terus-menerus adalah penyebab kematian,’ kata pengacara keluarga Floyd, Ben Crump seperti dilansir AFP, Selasa (2/6/2020).

Pembunuhan sebagai cara kematian Flyod itu yang di temukan oleh Direktur Autopsi dan Ilmu Forensik University of Michigan, Aleccia Wilson.

Previous Pandemi dan Keluarga Bikin Giroud Bertahan di Chelsea

Next Jurgen Klopp Sudah Kangen Banget Sepakbola

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *