Conte Mengeluh Diminta Inter Milan Jadi Midas


Conte Mengeluh Diminta Inter Milan Jadi Midas

Conte Mengeluh Diminta Inter Milan Jadi Midas

Liga yang mempertemukan Inter Milan atas Napoli dimenangkan dengan hasil 2-0 Dimana kemenangan itu adalah milik Napoli pada pekan ke 37 Liga Italia. Akan tetapi sang pelatih, Antonio Conte menolak dirinya dijadikan sebagai Raja Midas, dimana merupakan seseorang yang mampu mengubah semuanya jadi emas terhadap apa saja yang disentuhnya.

I Nerrazuri naik pada posisi kedua klasemen di Serie A dengan poin sebanyak 79. Ini merupakan keunggulan satu poin diatas Atalanta setelah klub itu mendapatkan mendapatkan kemenangan dengan skor 2-0 atas sang tim tamu, Napoli di laga yang seru. Dalam laga tersebut serangan saling berbalas silih berganti. Hal ini tentu saja tidak mudah untuk dimenangkan oleh Inter Milan.

Keluhan terkait dengan Raja Midas itu disampaikan langsung oleh Antonio Conte dalam jumpa persnya setelah pertandingan yang digelar pada Rabu dinihari. Saat dirinya mengakui bahwa kedatangan dirinya ke San Siro telah menyebabkan sebuah harapan yang tinggi atas Inter Milan. Salah satunya tentang merebut gelar juara Serie A musim ini.

Kata Antonio Conte

“Masalahnya adalah, saya bukan seseorang yang bisa menuliskan ulang sejarah Inter. Itulah tugas Anda semua, para wartawan dan komentator, mengamati semua data dan menjelaskan apa bedanya [dengan masa lalu].

Saya menyadari bahwa kehadiran saya telah menciptakan harapan yang sangat tinggi dan itu (ekspektasi tinggi tersebut) bisa mengubah cara melihat hasil [yang dicapai Inter]. orang-orang akan berpikir bahwa begitu saya tiba maka semua yang saya sentuh akan menjadi emas. Itu terjadi di masa lalu tapi tidak selalu akan begitu [pada masa depan],” tegas Antonio Conte.

Bagi yang belum tahu tentang Midas, ini adalah kisah dalam mitologi Yunani yang membahas raja dimana dirinya bisa mengubah segala sesuatunya menjadi emas. Akan tetapi kemudian dirinya malah hidup menderita karena semua makanan yang disentuhnya itu langsung berubah jadi emas. Begitulah kiranya kalau disangkut pautkan dengan kisah Yunani.

Inter Milan sendiri akan bertandang ke Atalanta pada laga terakhir musim pada Minggu 2 Agustus 2020 dini hari. Ini untuk memperebutkan posisi kedua yang terasa sangat berharga di tengah Juventus yang selalu menguasai pertandingan bahkan selama sembilan musim terakhir.

Satu mata La Dea sudah terarah ke Liga Champions. Anak-anak Conte lebih jauh difavoritkan dalam memenangi laga Match day terakhirnya di Serie A.

Previous De Gea dan Henderson Akan Bertarung Jadi Kiper Utama Di MU

Next Chelsea Tidak Akan Mendapatkan Diskon Untuk Kai Havertz

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *