BerandaLiga LainnyaBerita LainnyaCidera Renggut Kejayaan Basten

Cidera Renggut Kejayaan Basten

Marco van Basten bercerita tentang masa jayanya yang direnggut mendadak akibat cidera pergelangan kaki. Mantan pemain AC Milan itu secara singkat mengakhiri petualangan Eropa selama lima musim pada usai 28 tahun.

“Saat itu semua bagus dan baik. Aku sedang menikmati kejayaan. Tetapi semua segera hilang dan diganti dengan rasa sakit. Sangat cepat dan tahun 1993 menjadi tahun terakhirku di lapangan,” kenangnya kepada The Guardian.

Lalu sejumlah operasi dan pengobatan dijalaninya. Basten bahkan mencari dokter-dokter terbaik di sleuruh dunia untuk membantunya. Namun semua usahanya berkahir dengan nihil.

“Aku menjadi orang yang cacat waktu itu. Ini menakutkan karena semua dokter menyerah dan tidak dapat membantu.”

Situasi semakin buruk karena rasa sakit yang dirasakan selalu menyerang saat beraktivitas.

“Semua menjadi hal yang menyakitkan. Ada banyak meja operasi, perawatan dan terapi namun semua justru meninggalkan kesan tidak menyenangkan,” ujarnya lagi.

Pada tahun 1996 Basten melakukan operasi terakhir dan diakui sebagai keputusan yang buruk.

“Saat itu aku bertekad mengakhiri rasa sakit. Itu keputusan buruk tapi harus dilakukan,” kata pria 188 cm tersebut.

Sekarang Basten telah pulih dari rasa sakitnya. Ia melalui hari sebagai komentator dan menjadipelatih bagi sejumlah klub dan tim nasional Belanda sejak tahun 2015.

Cidera Renggut Kejayaan Basten
PakdeDungpret
Menyukai menulis sebagai bagian dari mensyukuri berkat dan talentaNya. Bekerja paruh waktu sebagai koki rumahan, ilustrator dan editor.
Berita Bola Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini