Beda Griezmann Saat di Atletico Dan Barcelona


Beda Griezmann Saat di Atletico Dan Barcelona

Beda Griezmann Saat di Atletico Dan Barcelona

Antoine Griezmann pernah menjadi pemain andalan ketika bermain di Atletico Madrid. Saat itu dia memperkuat Los Colchoneros dengan durasi 5 tahun yaitu dari tahun 2014-2019. Kemudian pada musim ini dia resmi berseragam Barcelona dengan harga yang cukup fantastis. Walaupun diterpa dengan beberapa masalah, namun pada akhirnya transfer ini tetap berjalan lancar.

Di Los Colchoneros, Griezmann memang menjadi pemain yang cukup penting. Dia menjadi tumpuan klub itu selama beberapa tahun. Dia juga menjadi andalan klub di lini depan dan juga tempatnya tak tergantikan. Selain itu penampilan di atas lapangan juga selalu konsisten yang membuat sang pelatih selalu memberikan tempat di tim utama.

Namun sekarang ketika di Barcelona, Griezmann belum sepenuhnya menampilkan performa terbaiknya. Dia masih tampil angin-anginan. Padahal jika dilihat dari kualitas pemain yang ada di Barca, para pemainnya juga tidak kalah dari Atletico. Lalu apa yang menyebabkan Griezmann tidak bisa tampil secara maksimal? Apakah dia memang tidak cocok dengan strategi dari Barcelona atau ada yang lain?

Perubahan Strategi

Menurut pengamat sepakbola, perubahan performa Griezmann terjadi karena perubahan gaya bermain di antara kedua tim. Ini berawal dari strategi pelatih dari masing-masing kedua tim yang menggunakan filosofi yang berbeda. Di Atletico Griezmann lebih bebas bergerak. Sedangkan di Barca, dia harus sedikit mengontrol areanya di lini depan.

Hal ini jelas membuat Griezmann tidak bisa sepenuhnya bergerak bebas dan melakukan apa yang dia mau. Dia sekarang harus berbagi area dengan Messi dan Suarez. Apa lagi Messi memang menjadi motor serangan dari Barca, maka dari itu pemain timnas Argentina ini lebih banyak diberi kebebasan.

Mengedepankan Akurasi Tendangan

Yang menarik di sini, Griezmann lebih akurat dalam menendang bola ke gawang. Walaupun intensitas itu berkurang hampir separuhnya, namun peluang dia mencetak gol dari tendangan menjadi lebih banyak. Ketika di Atletico akurasi tendangannya adalah 17,8%. Sekarang ketika di Blaugrana, akurasi dia meningkat menjadi 46%. Sungguh peningkatan yang sangat signifikan.

Selanjutnya dia juga lebih memilih area ketika melepaskan tembakan. Dia lebih memilih area yang diyakini bisa mengkonversikan tembakan menjadi gol. Hal ini jelas berbeda ketika dia masih di klub sebelah. Di sana Griezmann selalu melepaskan tembakan ketika peluang itu datang ke depan matanya. Namun walaupun begitu, Griezmann tetap menjadi striker yang ditakuti oleh barisan pertahanan lawan.

Previous Ozil Selalu Mengerti Apa yang Ronaldo Inginkan

Next Hansi Flick Resmi Menjadi Pelatih Munchen Sampai 2023

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *