Connect with us

Liga Champions

Tottenham Mampu Dobrak Keangkeran Markas Juventus

Tottenham Mampu Dobrak Keangkeran Markas Juventus


Gaya main pressing tinggi Tottenham bisa merepotkan Juventus, apalagi Massimiliano Allegri kehilangan banyak pemain utama karena cedera.


OLEH    YUDHA DANUJATMIKA     Ikuti di twitter


Allianz Stadium atau Juventus Stadium merupakan salah satu tempat terangker di sepakbola Italia. Tentu bukan karena ada banyak penampakan makhluk halus, melainkan performa kendang Juventus yang impresif. Dalam lima tahun terakhir di Liga Champions, Bianconeri hanya kalah satu kali dalam pertandingan kandang – total 22 laga tanpa kalah dalam catatan terkini.

Kemenangan 7-0 atas Sassuolo dalam laga kandang terakhir layak dijadikan ukuran. Atmosfer stadion begitu menakutkan dan tampaknya tuan rumah ikut terpompa semangatnya karena dukungan luar biasa. Apalagi Si Nyonya Tua sudah kembali ke performa terbaik sejak Januari, kendati sempat terseok-seok pada putaran pertama.

Gabungan stadion angker dan performa impresif tentu bakal menjadikan Juventus sebagai favorit dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions lawan Tottenham Hotspur, Rabu (14/2) dini hari WIB. Meski begitu, beberapa pundit mendukung Spurs untuk menjadi exorcist dan memusnahkan keangkeran Allianz Stadium.

Angkernya Allianz Stadium

Mampukah The Lilywhites mewujudkan hal tersebut?

Meski pertanyaan di atas bersifat tertutup, tidak mudah untuk menjawab ya atau tidak. Bola itu bulat dan segala kemungkinan bisa terjadi. Namun kalua bicara soal titik yang bisa dieksploitasi oleh skuat Mauricio Pochettino, ada beberapa poin yang kiranya bisa dijadikan bahan evaluasi – beserta dengan kekuatan Spurs yang menang dua kali dalam tiga laga besar terakhir (lawan Manchester United dan Arsenal, imbang lawan Liverpool).

Satu masalah yang kini sedang menimpa Si Nyonya Tua adalah badai cedera. Tiga pemain utama dipastikan absen, plus satu Paulo Dybala. Ketidakhadiran Blaise Matuidi di lini tengah tentu bisa jadi titik utama yang dieksploitasi oleh Spurs. Dengan pendekatan atau permainan fisik, Claudio Marchisio dan Miralem Pjanic bisa direpotkan, mengingat  Vincent Wanyama dan Mousa Dembele sangat ahli dalam hal itu.

Andrea Barzagli sepertinya masih harus menepi pula dan Giorgio Chiellini akan berduet dengan Medhi Benatia. Sang bek tengah memang sedang berada dalam performa terbaik, tapi ia harus mendampingi Mattia De Sciglio yang mengawal sektor kanan pertahanan. Menghadapi Christian Eriksen, bek sayap Italia itu bisa jadi titik lemah untuk Bianconeri.

Paulo Dybala Juventus

Dybala dipastikan absen di Turin.

Transisi cepat dan umpan kilat Spurs bisa jadi senjata andalan. Tekanan tinggi dan penuh ketidakpastian, skuat yang diarsiteki oleh Christian Eriksen dan Dele Alli itu bisa membuat Chiellini ketar-ketir. Sektor sayap yang dikawal De Sciglio turut berpotensi jadi sasaran empuk, menjadi area di mana umpan silang bisa dilambungkan kepada Harry Kane.

Mauricio Pochettino kemungkinan bakal memaksimalkan formasi 4-2-3-1, memastikan timnya mampu main fleksibel dan pindah ke formasi dasar 4-4-2. Trio Eriksen, Alli, dan Son Heung-Min diplot untuk rajin menyuplai Kane dengan umpan-umpan lambung plus terobosan. Belakangan, striker Inggris itu makin mahir mencari posisi, bahkan mempermalukan bek-bek terbaik Real Madrid sekelas Sergio Ramos dan Marcelo.

Ya, Kane menjadi satu harapan bagi Spurs untuk menaklukkan keangkeran Juventus Stadium. Seandainya bintang 23 tahun itu tampil pada performa puncak, ia takkan sekadar jadi pembunuh di depan gawang, tetapi turut menghadirkan peluang emas untuk rekan-rekannya. Dengan permainan kilat yang bertolak belakang dengan aksi defensif Si Nyonya Tua, Kane berpotensi mengobrak-abrik laskar Massimiliano Allegri.

Adapun Spurs harus berhadapan dengan pengalaman luas milik bintang-bintang top Juventus. Bakat dan ketajaman Kane memang kelas dunia, namun kekompakan Si Nyonya Tua plus pengalaman para pemain senior bakal membuat laga berlangsung sengit. Toh, terlepas dari fanatisme terhadap dua klub itu, publik netral tentu berharap bisa mendapat sajian menghibur di Turin nanti malam.

Giorgio Chiellini Harry Kane collage Juventus Tottenham UEFA Champions League

Duel Chiellini versus Kane bakal menentukan.





Source link

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in Liga Champions