Connect with us

Piala Dunia 2018

KILAS BALIK Piala Dunia 1934 Italia

KILAS BALIK Piala Dunia 1934 Italia

Dihelat di bawah pemerintahan fasis, Italia untuk pertama kalinya duduk di takhta tertinggi sepakbola dunia.

 

 

Piala Dunia FIFA 1934 adalah Piala Dunia edisi kedua yang dilangsungkan di Italia dari 27 Mei hingga 10 Juni 1934. Italia dipilih sebagai tuan rumah oleh FIFA pada bulan Oktober 1932. Italia menjadi juara setelah mengalahkan Cekoslowakia di final dengan skor 2-1.

Pemilihan tuan rumah
Italia begitu bernafsu untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 1934, hingga FIFA berkongres sampai 8 kali sebelum menyetujui keinginan Italia untuk menjadi tuan rumah. Italia bahkan rela bila negara itu harus menanggung kerugian penyelenggaraannya, asalkan diizinkan menjadi tuan rumah kejuaraan tersebut. Berkat dukungan Benito Mussolini (Seorang politisi asal Italia dan pemimpin Partai Fasis Nasional), panitia penyelenggara tidak perlu menanggung kesulitan finansial.

Kualifikasi
Piala Dunia 1934 ini merupakan Piala Dunia pertama di mana tim peserta harus melalui babak kualifikasi untuk bermain di putaran final. Sebanyak 32 negara mengikuti kualifikasi, dan setelah kualifikasi, 16 tim berhak maju ke putaran final.

Tempat penyelenggaraan

Sebanyak 8 kota menjadi tempat penyelenggaraan, yaitu:

Kota Stadion Kapasitas
Bologna Stadion Littorale 38.000
Firenze Stadion Giovanni Berta 40.000
Genova Stadion Luigi Ferraris 35.000
Milan Stadion San Siro 35.000
Napoli Stadion Giorgio Ascarelli 40.000
Roma Stadion Nasional PNF 40.000
Trieste Stadion Littorio 52.000
Torino Stadion Benito Mussolini 40.000

 

Kontroversi
Argentina tidak menurunkan timnya secara lengkap karena mereka takut bahwa pemain-pemainnya akan dibajak oleh klub-klub terkemuka Italia. Sebelum Piala Dunia 1930, Raimundo Orsi, pemain sayap kiri Argentina, dipikat oleh Juventus hingga ia pindah dan bermain untuk negara tersebut sebelum final tahun itu. Pada Kejuaraan Dunia 1934, Orsi ikut mengantarkan Italia merebut gelar juara dunia.


10 FAKTA PIALA DUNIA 1934


Italia 1934

  1. Inilah kali pertama Piala Dunia tanpa diikuti juara bertahan. Uruguay, juara Piala Dunia pertama, menolak ikut serta sebagai protes — lebih tepatnya pembalasan — atas keengganan sejumlah negara Eropa menghadiri turnamen pertama di Montevideo empat tahun sebelumnya.
  2. Kendati bertindak sebagai tuan rumah, Italia harus mengikuti kualifikasi. Itulah kali pertama dan terakhir tuan rumah tidak otomatis mendapat tempat di putaran final.
  3. Brasil butuh waktu 11 hari untuk sampai ke Italia, karena datang dengan kapal laut. Beberapa hari kemudian harus pulang, karena didepak Spanyol dalam laga kualifikasi dengan kekalahan 3-1.
  4. Luis Monti gagal memimpin Argentina menjadi juara Piala Dunia 1930 karena dikalahkan tuan rumah Uruguay. Empat tahun kemudian, Monti — bersama Atilio Demaria dan Raimondo Orsi — membantu tuan rumah Italia memenangkan Piala Dunia 1934.
  5. Kali pertama kapten dua tim finalis adalah penjaga gawang: Frantisek Planicka di kubu Cekoslowakia, dan Giampiero Combi di kubu Italia.
  6. Kali pertama sistem kualifikasi diperkenalkan, karena jumlah negara yang mendaftar adalah 32, sedangkan format turnamen hanya untuk 16 tim. 
  7. Home Nation — istilah dalam olahraga untuk menyebut Irlandia Utara, Skotlandia, Wales, dan Inggris yang tergabung dalam Britania Raya — menolak berpartisipasi. Charles Sutcliffe, anggota komite FA saat itu, berpandangan asosiasi sepakbola Inggris, Wales, Skotlandia, dan Irlandia Utara, cukup mampu menyelenggarakan Kejuaraan Dunia yang jauh lebih baik dari yang diadakan di Roma.
  8. Wasit Rene Mercet melakukan tindakan memalukan; berpihak ke Italia dengan menganulir dua gol Spanyol di perempat-final. Giuseppe Meazza mencetak gol tunggal kemenangan Italia dalam laga ulangan ini. Pada laga sebelumnya kedua tim bermain 1-1. Ada tuduhan pejabat Italia menyuap Mercet, dan mempengaruhi dua wasit lainnya; Louis Baert (Belgia) dan Ivan Eklind (Swedia). Mercet kemudian dihukum Asosiasi Sepakbola Swiss.
  9. Ivan Eklind memimpin final Italia-Cekoslowakia. Sebelum laga, Eklind bertemu Benito Mussolini, pemimpin fasis Italia. Apakah Eklind disuap? Masih bisa diperdebatkan. Namun pers Eropa menyebut keterlibatkan Eklind dalam final itu sebagai “greatest sporting fiasco ever”.
  10. Aldo “Buff” Teo Donelli menjadi pemain AS pertama yang mencetak gol di Piala Dunia, ketika Paman Sam dikalahkan Italia 7-1 dalam laga pertama Piala Dunia 1934.

 


DATA & STATISTIK


 

Alemanha nazista Copa do Mundo 1934 08 11 2017

 

Juara: Italia
Runner-Up: Cekoslowakia
Skor Tertinggi: Italia vs. Amerika Serikat 7-1 (Putaran 1)
Total Gol: 70
Rata-Rata Gol: 4,12
Topskor: 5 Gol – Oldrich Nejedly (Cekoslowakia)
Topskor Satu Pertandingan: 3 Gol – Angelo Schiavio (Italia), Edmund Conen (Jerman), Oldrich Nejedly (Cekoslowakia)
Penonton Terbanyak: 55.000 (Italia – Cekoslowakia, Final)
Total Penonton: 363.000
Rata-Rata Penonton: 21.352
Penampilan Perdana: Swedia, Jerman, Italia, Belanda, Swiss, Austria, Spanyol, Hongaria, Cekoslowakia, Mesir
Nama-Nama Stadion:
Nazionale PNF (Roma) Benito Mussolini (Torino)
Giovanni Berta (Firenze) Luigi Ferraris (Genoa)
San Siro (Milan) Littorio (Trieste)
Giorgio Ascarelli (Napoli) Littorale (Bologna)

 


PERTANDINGAN


 

Austria world cup 1934

PUTARAN 1
Spanyol 3-1 Brasil 27 Mei, Luigi Ferraris
Austria (AET) 3-2 Prancis 27 Mei, Benito Mussolini
Jerman 5-2 Belgia 27 Mei, Giovanni Berta
 Swiss 3-2 Belanda 27 Mei, San Siro
Cekoslowakia 2-1 Rumania 27 Mei, Littorio
 Italia 7-1 Amerika Serikat 27 Mei, Nazionale PNF
Hongaria 4-2 Mesir 27 Mei, Giorgio Ascarelli
 Swedia 3-2 Argentina 27 Mei, Littorale
PEREMPAT-FINAL
Cekoslowakia 3-2 Swiss 31 Mei, Benito Mussolini
Jerman 2-1 Swedia 31 Mei, San Siro
Austria 2-1 Hongaria 31 Mei, Littorale
Italia (AET) 1-1 Spanyol 31 Mei, Giovanni Berta
Italia 1-0 Spanyol 1 Juni, Giovanni Berta
SEMI-FINAL
Cekoslowakia 3-1 Jerman 3 Juni, Nazionale PNF
Italia 1-0 Austria 3 Juni, San Siro
PEREBUTAN TEMPAT KETIGA
Jerman 3-2 Austria 7 Juni, Giorgio Ascarelli
FINAL
Italia (AET) 2-1 Cekoslowakia 10 Juni, Nazionale PNF

 

 

Source link

Source link

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in Piala Dunia 2018